TANGERANG - Eksekutif Kota Tangerang Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar dialog publik bertajuk "Menakar Demokrasi, Keamanan, dan Pembangunan Kota Tangerang yang Berkelanjutan" di Gedung DPAD Kota Tangerang, Rabu (30/9/2026).
Dialog tersebut menjadi ruang bertukar gagasan antara mahasiswa, dan pemangku kepentingan mengenai dinamika demokrasi, keamanan, serta arah pembangunan Kota Tangerang yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Andri S. Pramana, S.Sos., M.AP., selaku Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang. Kompol Dodi Abdul Rohim, S.Sos., M.Krim., selaku Kasat Intelkam Polres Metro Tangerang Kota. serta Topan Bagaskara.
Dalam forum tersebut, para narasumber menyampaikan pandangan mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, mahasiswa, dan masyarakat dalam menjaga ruang demokrasi sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Ketua Pelaksana kegiatan, Khoirul Ikasan, mengatakan dialog publik tersebut merupakan bagian dari upaya LMND Kota Tangerang menghadirkan ruang diskusi yang terbuka, kritis, dan konstruktif, khususnya bagi generasi muda.
"Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai ruang bertukar gagasan dan perspektif mengenai kondisi demokrasi, keamanan, serta pembangunan di Kota Tangerang. Kami berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi yang menjadi masukan bagi pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat,"ujar Khoirul.
Sementara itu, Ketua Eksekutif Kota Tangerang LMND, Riswandi Ab'ur, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal kehidupan demokrasi dan pembangunan di daerah.
 Menurut Riswandi, demokrasi tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan umum, tetapi juga menyangkut terbukanya ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, melakukan kontrol sosial, serta terlibat dalam proses pembangunan.
Demokrasi bukan hanya tentang bagaimana masyarakat menggunakan hak pilih, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi, melakukan kontrol sosial, serta terlibat dalam proses pembangunan. Karena itu, LMND Kota Tangerang akan terus mendorong ruang-ruang dialog yang kritis, terbuka, dan konstruktif, kata Riswandi.
 Ia menambahkan, pembangunan kota yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Demokrasi dan keamanan, menurutnya, perlu berjalan beriringan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.
"Pembangunan yang berkelanjutan harus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari prosesnya. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membangun, aparat memiliki tanggung jawab menjaga keamanan, sementara masyarakat, termasuk mahasiswa, memiliki peran untuk mengawal, memberikan kritik, dan menawarkan gagasan. Semuanya harus berjalan dalam semangat kolaborasi,"ujarnya.
 Dialog publik tersebut berlangsung melalui diskusi dan pertukaran gagasan antara narasumber dan peserta. Forum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya LMND Kota Tangerang memperkuat peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang kritis dan konstruktif dalam mengawal demokrasi serta pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa pembangunan Kota Tangerang membutuhkan partisipasi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
 Demokrasi membutuhkan keberanian untuk bersuara, pembangunan membutuhkan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat, dan masa depan Kota Tangerang membutuhkan kolaborasi. Sebab, kota yang maju bukan hanya kota yang terus membangun, tetapi juga kota yang memastikan setiap warganya memiliki ruang untuk didengar, dilibatkan, dan merasakan manfaat pembangunan.